3 Abad Lebih Susukan Menjaga Tradisi

3 Abad Lebih Susukan Menjaga Tradisi
BUDAYA. Ratusan warga turunke sungai untuk melestarikan tradisi ngoyok dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-340 Desa Susukan Kecamatan Cipicung, di kawasan Pintu Air Dusun Puhun, Sabtu (20/6).
0 Komentar

RAKYATKUNINGAN.COM, KUNINGAN – Ribuan pasang mata menjadi saksi eksotisme budaya lokal yang masih terjaga rapi lewat agenda “Marak Ikan Bersama Bupati”, dalam rangka peringatan Hari Jadi atau Milangkala ke-340 Desa Susukan Kecamatan Cipicung, di kawasan Pintu Air Dusun Puhun, Sabtu (20/6).

Sejak pagi, pelataran pintu air telah disesaki masyarakat yang tidak sabar untuk menceburkan diri ke dalam air demi memburu ikan atau dikenal masyarakat setempat dengan istilah tradisi “ngoyok”.

Bupati Kuningan DR H Dian Rachmat Yanuar MSi memberikan apresiasi dan rasa kagum kepada seluruh warga Desa Susukan.

Baca Juga:5 Tahun Gagal Mencapai TargetPemkab Lindungi Ribuan Pekerja Rentan

Menurutnya, angka 340 tahun bukan sekadar digit matematis di atas kertas, melainkan manifestasi riil dari ketangguhan sebuah peradaban desa dalam mempertahankan kohesi sosial, menjaga persatuan, dan konsisten membangun wilayahnya di tengah gempuran zaman modern.

Bupati menuturkan, bertahan dan terus berkembang hingga usia 340 tahun adalah bukti konkret betapa kuatnya akar gotong royong dan kebersamaan yang diwariskan oleh para leluhur Desa Susukan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kuningan, saya mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-340 untuk seluruh warga Desa Susukan.

Semoga momentum historis ini mampu mengantarkan desa ini menjadi wilayah yang semakin maju, mandiri, dan masyarakatnya kian sejahtera dari waktu ke waktu,” tutur bupati.

Bupati mengajak masyarakat untuk tidak sekadar melihat aktivitas menangkap ikan masal ini sebagai hiburan rakyat atau ajang rekreatif semata.

Di balik baju yang basah kuyup dan kaki yang terbenam lumpur, terdapat nilai filosofis mendalam yang terkait fondasi pembangunan daerah.

Aktivitas bersama di sungai menghilangkan sekat sosial antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan rakyat demi kelestarian. Menekankan pentingnya aspek kolaborasi dan kerja tim (teamwork) dalam mengeksekusi program kerja.

Baca Juga:Posisi Wakapolres Kuningan BergantiSiswa SMAN 1 Gegesik  Riset di Talaga Biru Cicerem

Sementara asil tangkapan saling berbagi merupakan simbol keadilan sosial dan pemerataan hasil pembangunan yang harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Tradisi ngoyok atau menangkap ikan bersama ini mengajarkan kita sebuah esensi penting, kemajuan tidak bisa diraih secara individual.

Ketika kita turun bersama, bekerja keras bersama, dan saling mendukung di dalam aliran sungai, maka hasil fisik yang didapat akan jauh lebih melimpah,” ujar bupati.

0 Komentar