RAKYATKUNINGAN.COM – Pasca Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, terus menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. Tidak hanya fokus pada infrastruktur, desa ini juga konsisten memperkuat program sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sekretaris Desa Paniis, Ridwan Soleh, dalam wawancara pada Kamis, 26 Maret 2026, mengungkapkan arah pembangunan desa dirancang seimbang antara sektor fisik dan nonfisik. Menurutnya, pendekatan ini menjadi kunci dalam mendorong kesejahteraan warga secara menyeluruh.
“Program nonfisik tetap berjalan, mulai dari santunan anak yatim, bantuan siswa berprestasi, insentif guru ngaji, hingga dukungan untuk petugas pemulasaran jenazah. Selain itu, layanan kesehatan juga kami perkuat, termasuk penyediaan mobil siaga gratis bagi warga,” ujarnya.
Baca Juga:Tol Lintasi Lereng Ciremai, Kuningan Diproyeksikan Jadi Simpul Baru PertumbuhanBPBD Tangani Bencana, Hujan Lebat Picu Pergerakan Tanah Di 2 Desa Kecamatan Ciniru
Di sektor kesehatan dan lingkungan, Pemdes Paniis juga mendorong upaya pencegahan stunting melalui pembangunan fasilitas MCK bagi warga yang belum memiliki sanitasi layak. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus kesehatan masyarakat secara jangka panjang.
Sementara dari sisi pembangunan fisik, sejumlah proyek strategis telah direalisasikan. Jalan usaha tani di Blok Simas telah rampung 100 persen, sementara di Blok Sie Badak masih dalam tahap pengembangan sekitar 20 persen. Akses menuju tempat pemakaman umum juga hampir selesai di beberapa titik, menyisakan satu lokasi yang masih dalam proses pengerjaan.
Tak hanya itu, program pipanisasi untuk mendukung kebutuhan air irigasi di Blok Cirema juga mulai berjalan, dengan sumber air yang diambil langsung dari mata air. Di sektor pertanian, akses jalan yang lebih baik diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani serta memperlancar distribusi hasil panen.
Inovasi pelayanan publik turut diperkuat melalui penyediaan mobil siaga desa yang dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat. Seluruh biaya operasional, mulai dari sopir, bahan bakar hingga perawatan kendaraan, ditanggung oleh pemerintah desa.
Dari sisi ekonomi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Paniis menunjukkan perkembangan positif. Unit usaha peternakan ayam petelur dan pertanian padi menjadi sektor unggulan yang berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).
Sumber PADes sendiri berasal dari pengelolaan aset desa seperti tanah bengkok dan titisara, serta kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk PDAM. Pendapatan tersebut kemudian dikembalikan untuk mendukung program pembangunan desa, baik yang bersifat fisik maupun sosial.
