RAKYATKUNINGAN.COM – Arah pembangunan infrastruktur di Jawa Barat mulai mengerucut ke wilayah timur. Kabupaten Kuningan kini masuk dalam radar pengembangan jalan tol yang digagas pemerintah pusat sebagai bagian dari penguatan konektivitas regional.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan tol yang melintasi kawasan lereng Gunung Ciremai saat ini masih berada pada tahap kajian dan perencanaan.
Pernyataan tersebut disampaikan usai agenda pelepasan peserta program Angkutan Balik Mudik Gratis Kementerian Perhubungan 2026 di Terminal Tipe A Kertawangunan.
Baca Juga:BPBD Tangani Bencana, Hujan Lebat Picu Pergerakan Tanah Di 2 Desa Kecamatan CiniruOperasi Ketupat dilanjut KRYD, Arus Wisatawan Ke Palutungan Mendadak Lebih Lancar
“Pembahasan sudah dilakukan, termasuk dalam forum di tingkat provinsi. Saat ini masih berproses di tahap perencanaan,” ujarnya.
Secara konsep, ruas tol ini akan menjadi penghubung strategis antara Tol Cipali di wilayah utara dan Tol Getaci di selatan. Jika terealisasi, jalur ini akan membuka koridor baru lintas wilayah di Jawa Barat.
Trase tol dirancang melintasi kawasan barat Kuningan, mulai dari Mandirancan hingga Darma. Sejumlah titik disebut berpotensi menjadi akses keluar-masuk, di antaranya Linggarjati dan Cigadung, yang selama ini dikenal sebagai kawasan strategis, baik dari sisi wisata maupun mobilitas warga.
Dari Kuningan, jalur tersebut akan tersambung ke wilayah Cikijing, Kabupaten Majalengka, sebelum terintegrasi dengan jaringan tol selatan. Pola konektivitas ini dinilai akan memangkas waktu tempuh antarwilayah secara signifikan.
Meski belum masuk tahap konstruksi, pemerintah telah menyusun proyeksi waktu pembangunan dalam dua skenario, yakni antara tahun 2028 hingga 2030, atau bergeser ke periode 2030 hingga 2035. Tahapan lanjutan seperti studi kelayakan dan pembebasan lahan akan menjadi faktor penentu percepatan proyek.
Bagi Pemerintah Kabupaten Kuningan, kehadiran tol bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi pintu masuk transformasi ekonomi daerah. Akses yang lebih terbuka diyakini akan mendorong distribusi barang, mempercepat mobilitas masyarakat, serta memperluas jangkauan sektor pariwisata.
Kawasan kaki Gunung Ciremai, termasuk destinasi unggulan di sekitarnya, diprediksi akan mendapat efek langsung dari peningkatan aksesibilitas tersebut.
Baca Juga:Kasus Pencurian Pecah Kaca Mobil, Polres Kuningan Temukan Kejanggalan
“Ini bukan hanya soal jalan, tapi peluang. Konektivitas yang terbuka akan membawa dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat,” kata Dian.
