Kasus Pencurian Pecah Kaca Mobil, Polres Kuningan Temukan Kejanggalan

Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar
Satreskrim Polres Kuningan temukan kejanggalan dalam kasus pencurian modus pecah kaca mobil.
0 Komentar

RAKYATKUNINGAN.DISWAY.ID – Sebuah laporan pencurian dengan modus pecah kaca mobil di Kelurahan Ciporang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan pada Rabu kemarin ternyata berakhir mengejutkan. Satreskrim Polres Kuningan bergerak cepat untuk mengungkap dilakukan penyelidikan, Polisi mengungkap, kasus tersebut hanyalah rekayasa yang dibuat sendiri oleh pelapor berinisial RH.

Dari hasil penyelidikan, warga salahsatu perumahan di Ciporang tersebut diduga nekat menyusun skenario seolah-olah dirinya menjadi korban pencurian. Motifnya terbilang personal, yaitu permasalahan keuangan keluarga, sejumlah uang tersimpan di rekeningn pelapor dan berkurang karena terpakai kebutuhan. Kondisi ini membuat suami segan memberitahu istrinya.

Kapolres menuturkan, kronologi berawal saat informasi adanya tindak kejahatan pecah kaca mobil beredar. Petugas kemudian menggelar olah TKP. Dari keterangan pelapor mengaku telah kehilangan uang usai kaca mobilnya dipecahkan.Video pasca kejadian sempat beredar di salahsatu platform medsos. Dari hasil penelusuran Satreskrim, dengan mengumpulkan keterangan saksi dan CCTV, petugas justru menemukan sejumlah kejanggalan.

Baca Juga:4 Bus Angkut Pemudik ke JabodetabekBupati Ajak ASN Perkuat Kinerja

Kapolres Kuningan, AKBP M Ali Akbar, didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Aziz dan Kasi Humas AKP Mugiyono, menegaskan bahwa laporan tersebut tidak sesuai fakta di lapangan.

“Dari hasil interogasi dan olah TKP, kami memastikan laporan tersebut adalah hoaks atau laporan palsu. Indikasi rekayasa sangat kuat,” ujar Kapolres, Kamis (26/3/2026).

Dari hasil pendalaman petugas, terungkap bahwa RH sebelumnya memiliki saldo rekening sebesar Rp28 juta. Jumlah ini diketahui oleh istrinya. Namun saat diperiksa kembali, saldo tersebut hanya tersisa Rp10 juta. Ada selisih Rp18 juta yang kemudian memicu kepanikan.

Alih-alih memberikan penjelasan, RH justru memilih jalan pintas. Ia membuat skenario pencurian, bahkan memecahkan kaca mobilnya sendiri menggunakan kunci roda untuk memperkuat cerita sebagai korban kejahatan.

Dari kejadian ini, Polisi memastikan tidak ada uang yang disimpan di dalam mobil seperti yang dilaporkan. Lokasi kejadian pun terjadi di rumah RH sendiri. Bahkan, video yang sempat beredar luas di masyarakat terkait insiden tersebut dipastikan tidak benar.

“Faktanya, tidak ada pencurian. Semua itu dibuat untuk menutupi kondisi sebenarnya,” tegas Kapolres.

0 Komentar