Pencurian Pecah Kaca Mobil Ternyata Rekayasa

Pencurian Pecah Kaca Mobil Ternyata Rekayasa
REKAYASA. Petugas Polres Kuningan menggelar olah TKP laporan kasus pencurian modus pecah kaca mobil di Kelurahan Ciporang Kecamatan Kuningan, Rabu (25/3). Foto: Istimewa.
0 Komentar

RAKYATKUNINGAN.COM, KUNINGAN – Sebuah laporan pencurian dengan modus pecah kaca mobil di Kelurahan Ciporang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Rabu (25/3) ternyata berakhir mengejutkan.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi mengungkap kasus tersebut hanya rekayasa yang dibuat sendiri oleh pelapor berinisial RH.

Warga salah satu perumahan di Ciporang tersebut nekat menyusun skenario seolah-olah dirinya menjadi korban pencurian.

Baca Juga:Bupati Ajak ASN Perkuat Kinerja4 Bus Angkut Pemudik ke Jabodetabek

Motifnya terbilang personal, yaitu permasalahan uang yang berada di rekening berkurang karena terpakai kebutuhan yang membuat suami segan melapor kepada istrinya.

Awalnya, RH melapor telah kehilangan uang usai kaca mobilnya dipecahkan. Video pasca kejadian sempat beredar di medsos Kuningan.

Polisi bertindak cepat menuju lokasi dan menggelar penyelidikan. Dari hasil penelusuran Satreskrim, dengan mengumpulkan keterangan saksi dan CCTV, petugas justru menemukan sejumlah kejanggalan.

Kapolres Kuningan, AKBP M Ali Akbar didampingi Kasat Reskrim AKP Abdul Aziz dan Kasi Humas AKP Mugiyono menegaskan bahwa laporan tersebut tidak sesuai fakta di lapangan.

“Dari hasil interogasi dan olah TKP, kami memastikan laporan tersebut adalah hoaks atau laporan palsu. Indikasi rekayasa sangat kuat,” ujar kapolres, Kamis (26/3).

Dari hasil pendalaman petugas, terungkap bahwa RH sebelumnya memiliki saldo rekening sebesar Rp28 juta. Jumlah ini diketahui oleh istrinya.

Namun saat diperiksa kembali, saldo tersebut hanya tersisa Rp10 juta. Ada selisih Rp18 juta yang kemudian memicu kepanikan.

Baca Juga:Waktu Tempuh Kuningan-Cirebon 3 JamKekuatan Sosial Pilar Pembangunan Daerah

Alih-alih memberikan penjelasan, RH justru memilih jalan pintas. Dia membuat skenario pencurian, bahkan memecahkan kaca mobilnya sendiri menggunakan kunci roda untuk memperkuat cerita yang dia bangun.

Dari kejadian ini, polisi memastikan tidak ada uang yang disimpan di dalam mobil seperti yang dilaporkan. Lokasi kejadian pun terjadi di rumah RH sendiri.

Bahkan, video yang sempat beredar luas di masyarakat terkait insiden tersebut dipastikan tidak benar.

“Faktanya, tidak ada pencurian. Semua itu dibuat untuk menutupi kondisi sebenarnya,” tegas kapolres.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus ini.

Kasus ini menjadi pengingat dan pembelajaran bagi siapapun, agar tidak merekayasa kejadian ataupun menyebarkan informasi yang tidak benar. Selain berpotensi menimbulkan keresahan, tindakan tersebut juga dapat berujung pada konsekuensi hukum yang serius.

0 Komentar