RAKYATKUNINGAN.COM, KUNINGAN – Menjelang Lebaran, harga cabai rawit merah atau yang populer disebut cabai jablay di Kabupaten Kuningan kian tak terkendali. Saat ini, harganya sudah menembus angka Rp 100.000 per kilogram.
Lonjakan harga ini terpantau di Pasar Kepuh Kuningan pada Senin (9/3/2026). Padahal dalam kondisi normal, komoditas pedas ini biasanya hanya dijual di kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram.
Petugas Pemantau Harga Pasar Diskopdagperin Kuningan, Arisman, menyebut angka Rp 100 ribu merupakan harga eceran terendah yang ditemukan di lapangan.
Baca Juga:Geger! 5 Pengedar Narkoba di Kuningan Diciduk, Ribuan Obat Keras Disita
“Daftar harga yang saya pantau Rp 100.000 per kilogram. Itu eceran paling rendah, karena ada juga pedagang yang menjual di atas harga tersebut,” ujar Arisman kepada wartawan, Senin (9/3).
Kenaikan Capai 90 Persen Lebih
Arisman menjelaskan bahwa tren kenaikan harga ini terjadi sangat cepat selama bulan Ramadan. Tingkat kenaikannya bahkan sudah menyentuh angka lebih dari 90 persen.
Ia memberikan ilustrasi kategori kenaikan harga cabai jablay:
Normal: Rp 50.000 – Rp 60.000
Naik: Rp 70.000
Meroket: Rp 90.000
Kondisi Sekarang: Di atas Rp 100.000
“Sekarang di atas Rp 100 ribu, dalam waktu yang sangat cepat,” imbuhnya.
Dipicu Anomali Cuaca dan Stok Menipis
Penyebab utama meroketnya harga ini adalah stok yang menurun di tengah tingginya permintaan menjelang Hari Raya Idulfitri. Apalagi, cabai jenis ini sangat diburu oleh pelaku usaha kuliner.
Selain permintaan tinggi, kendala produksi akibat anomali cuaca menjadi faktor kunci. Cuaca ekstrem dilaporkan merusak tanaman cabai di sejumlah daerah sentra produksi, sehingga hasil panen anjlok.
Cek Harga Kebutuhan Pokok Lainnya
Berbeda dengan cabai rawit merah, sejumlah komoditas lain di Pasar Kepuh terpantau relatif stabil. Berikut pantauan harga per Senin pagi:
Beras Premium: Rp 14.500 – Rp 15.000/kg
Daging Sapi: Rp 130.000/kg
Daging Ayam: Rp 40.000/kg
Minyak Goreng Curah: Rp 20.500/kg
Cabai Merah: Rp 30.000 – Rp 35.000/kg
Cabai Rawit Hijau: Rp 40.000 – Rp 45.000/kg
Pemerintah daerah melalui Diskopdagperin memastikan akan terus memantau pergerakan harga di pasar tradisional guna mengantisipasi lonjakan lebih lanjut menjelang Idulfitri.
