Sementara arabika dari 236 hektare menghasilkan 63 ton, dengan potensi nilai jual lebih tinggi.
Kepala dinas, Wahyu Hidayah, menyebut pengembangan ke depan akan difokuskan pada dua strategi utama: intensifikasi melalui perbaikan bibit, pola tanam, dan perawatan, serta ekstensifikasi dengan membuka lahan baru, khususnya di wilayah dengan ketinggian di atas 1.000 mdpl.
Pemkab Kuningan juga menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta dan offtaker guna menjaga stabilitas harga dan memperluas akses pasar.
Baca Juga:Pembangunan KDMP Bojong Capai 30 PersenDisporapar Petakan Potensi Buper Batu Lamar
Langkah ini dinilai krusial agar geliat kopi lokal tak berhenti di seremoni, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.
