Kepala Desa Baok, Supardi, memaparkan sejarah singkat komunitas Bhonet yang menjadi motor penggerak acara tersebut. Ternyata, eksistensi komunitas ini memiliki akar sejarah yang kuat sejak era 1980-an. Seiring berjalannya waktu, Bhonet berevolusi dari sekadar wadah berkumpul menjadi kekuatan sosial yang memberikan dampak ekonomi bagi desa.
Melalui kemandirian finansial, dalam kurun waktu hanya enam bulan, komunitas ini berhasil menggalang dana secara swadaya dari iuran anggota dan donatur.
Dana tersebut dialokasikan secara transparan untuk santunan anak yatim dan lansia di lingkungan desa, dan bantuan dana untuk kegiatan keagamaan.
Baca Juga:Bantu Warga Jelang Lebaran, Koramil Cilimus Gelar Pangan Murah dan Bagi TakjilPanaskan Mesin! PKB Kuningan Konsolidasi di 32 Kecamatan, Incar 10 Kursi DPRD
Supardi juga menambahkan bahwa sinergi apik antara berbagai komunitas seperti Bhonet, Demang, dan Gnapul di bawah naungan Karang Taruna telah menjadi “mesin penggerak” bagi setiap dinamika sosial di Desa Baok.
